Jumat, 25 Maret 2011

Apakah Nurdin Halid Mbalelo?

Nurdin Halid, yang sudah masuk bui, masih juga ingin ikut pemilihan Ketua Umum PSSI. Apakah karena kengototannya, atau karena masalah lain, yang jelas PSSI jadi kisruh. Semestinya, ya semestinya, guna menenangkan suasana, ia tidak ikut lagi pemilihan Ketum PSSI. Tetapi ada di kata, kadang manusia memang gila kedudukan. Sudah duduk, suka lupa berdiri. Sebetulnya keinginan Nurdin itu manusiawi, ya manusiawi, tapi jangan lupa, mencuri juga manusiawi, korupsi juga manusiawi, memperkosa juga manusiawi, tetapi manusiawi yang paling buruk, yang dibimbing pastinya oleh setan. Jadi keinginan Nurdin untuk mempertahankan kedudukan itu adalah alamiah dan naluriah yang cenderung mengikuti hawa nafsu, yang tiada lain adalah terbawa bisikan setan. Maaf ya, aku membawa-bawa setan di sini.

Nurdin pun menerima hujat dan kritik di mana-mana dan dari mana-mana. Tetapi ia bergeming. Malah di tengah hujatan itu, muncul surat kaleng yang konon ditulis oleh putri Nurdin. Surat itu mengatakan, sang putri bangga pada kesuksesan ayahnya. Isi surat itu,  setelah dibaca dengan cermat, bernada pamer dan riya, alias takabur. Ketakaburannya itu misalnya melalui penggambaran bagaimana pernikahannya yang sukses dengan menelan dana Rp5 milyar, sementara di lain tempat, begitu banyak masyarakat yang menjerit. Satu hal yang ingin kuajukan kepada putri Nurdin Halid, apakah dengan kesuksesannya dalam mengumpulkan uang dan menduduki jabatan Ketum PSSI akan membuat Nurdin terjauh dari api neraka?

Ada temanku yang berpikir waras, mereka yang takabur adalah orang-orang yang telah disediakan kamar di neraka. Karena itu, melalui tulisan murang-maring ini, aku menyerukan, wahai orang-orang yang takabur, yang juga hendak melanggengkan kekuasaan, konon Ani Yudhoyono mau dicalonkan jadi Presiden, insyaflah kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Penting dan Berguna